pemrograman

Fenomena Jejaring Sosial : Negatif atau Positif?

Posted on Updated on


Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial yang artinya manusia tidak dapat hidup sendiri dan memerlukan orang lain dalam melakukan setiap kegiatannya. dan dalam era gloobalisasi seperti sekarang ini dan dengan bertambahnya aktivitas setiap individu masing – masing, tematu saja hal ini akan berpengaruh pada berkurangnya waktu untuk individu tersebut bersosialisasi dengan individu lainnya. Dalam menghadapi hal ini manusia berusaha untuk mencari alternatif lain untuk meminimalisir waktunya untuk bersosialisasi namun tetap dapat berkomunikasi atau bersosialisasi dengan individu lainnya.

Web development jakarta

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Program Record Pascal

Posted on Updated on


Minggu ke                  : 6

Nama program          : Program record

Fungsi                         :

  • Menggunakan record pada pemrograman pascal

Listing Program        :

uses crt;

type mahasiswa = RECORD

NPM     : String;

Nama    : String;

Thnmasuk: Integer;

ket     : String;

end;

var

mhs : Array[1..50] of mahasiswa;

x,y,z:Integer;

begin

clrscr;

writeln(‘————————————————‘);

writeln(‘                  PROGRAM RECORD                ‘);

writeln(‘————————————————‘);

write  (‘ banyak data mahasiswa yang akan dimasukkan: ‘);

readln (x);

writeln();

for y:=1 to x do

begin

with mhs[y] do

begin

write(‘ NPM mahasiswa   : ‘);

readln(NPM);

write(‘ Nama mahasiswa  : ‘);

readln(Nama);

write(‘ Tahun masuk     : ‘);

readln(Thnmasuk);

writeln();

end;

end;

clrscr;

writeln();

writeln(‘                        DAFTAR NAMA MAHASISWA                        ‘);

writeln(‘———————————————————————-‘);

writeln(‘| NO |    NPM    |           NAMA           |  TAHUN MASUK |    KET  |’);

writeln(‘———————————————————————-‘);

for y:=1 to x do

begin

gotoxy(1,y+5);write(‘|’);

gotoxy(3,y+5);write(y);

with mhs[y] do

begin

gotoxy(6,y+5);write(‘|’);

gotoxy(8,y+5);

write(NPM);

gotoxy(18,y+5);write(‘|’);

gotoxy(20,y+5);

write(Nama);

gotoxy(45,y+5);write(‘|’);

gotoxy(51,y+5);

write(Thnmasuk);

gotoxy(60,y+5);write(‘|’);

z := 2010 – Thnmasuk;

if z>3 then ket := ‘senior’ else

ket:=’junior’;

gotoxy(63,y+5);

write(ket);

gotoxy(70,y+5);write(‘|’);

end;

end;

writeln();

writeln(‘———————————————————————-‘);

readln;

end.

Output program:

tampilan program saat input data

menampilkan data record



Web development jakarta

Recommended Java Book

Posted on Updated on


Tiba – tiba pengen nulis tentang buku Java yang saya punya. mungkin karena buku ini banyak memberikan manfaat buat saya dalam belajar pemrograman,hahaa, ini dia penampakannya,

saya sangat merekomendasikan buku ini buat anda yang baru / ingin belajar pemrograman, bukan hanya Java, karena saya belajar pemrograman dari nol, belajarlah dari salah satu bahasa pemrograman terlebih dahulu,tetapi pilihlah bahasa pemrograman yang based on text dulu, jangan langsung belajar VB, atau delphi, memang mudah mempelajarinya, tapi anda tidak akan mengerti konsepnya.karena pemrograman sejenis itu biasanya tinggal klik and drag aja, belajarlah berkoding-koding ria dulu..  jika sudah menguasai dasar – dasar dari satu bahasa pemrograman dengan baik, maka untuk belajar bahasa pemrograman yang lainnya pun tidak akan sulit. buku ini berisi materi dasar – dasar pemrograman Java dengan lengkap, juga disertai dengan contoh – contoh program yang bisa anda coba,(mustahil bisa belajar program tapi ga mau coba..cuma modal baca aja, kaya silencer..hahaha).recommended banget deh pokoknya..(balas budi ke pengarang buku karena udah ngajarin saya…) hahahhaaa… semoga bermanfaat…..

<p align=”center”>
<a href=”http://binary-project.com&#8221; target=”_blank” title=”web development jakarta”><img src=”http://binary-project.com/web-development-jakarta/banner.jpg”/></a&gt;
<br/><a href=”http://binary-project.com&#8221; target=”_blank” title=”web development jakarta”>Web development jakarta</a>
</p>

Konsep Object Oriented Programming(OOP)

Posted on Updated on


Di posting kali ini,, saya akan mencoba menjelaskan tentang konsep pemrograman berbasis objek atau bahasa ngetrend Object Oriented Programming.(baru dapet ilmu dari dosen)hehee..nah, kenapa konsep OOP ini saya masukan di kategori pemrograman java, karena saya menggunakan java untuk mempelajari pemrograman berbasis objek.di kampus saya juga menggunakan java sebagai bahasa pemrograman penunjang konsep OOP ini. Java dipilih karena kita akan lebih mudah mempelajari konsep OOP dengan Java, kenapa? tentu saja karena hampir semua yang ada didalam java adalah objek. jadi, buat anda yang biasa menggunakan java, disadari atau tidak a nda juga telah mengimplementasikan pemrograman objek dalam program anda. Ga percaya?? contohnya adalah <System.out.println>, <JOptionPane.showMessageDialog>, <System.in> itu semua sebenarnya adalah objek yang telah dibuat dalam library java.



Web development jakarta

Nah, pemrograman pada dasarnya terbagi menjadi 3, yang pertama pemrograman logika yaitu pemrograman yang beroientasi kepada logika dalam pembuatan programnya, contohnya adalah PROLOG, pemrograman ini banyak digunakan pada program-program beorientasi AI(Artificial Intelligence).Yang kedua adalah pemrograman prosedural, pemrograman ini merupakan pemrograman yang berorientasi kerja, atau proses, misalnya mengolah data, mencetak dokumen, dll contohnya adalah pascal. sedangkan pemrograman objek tentu saja pemrograman yang berorientasi benda atau objek itu sendiri, contohnya adalah, mahasiswa, karyawan, dosen, kemudian yang melakukan kerja adalah objek-objek tersebut misalnya mahasiswa dapat belajar, karyawan bekeraja, dll.dalam pemrograman prosedural, pemrograman dibagi menjadi beberapa bagian berupa perintah-perintah kecil dan sederhana, sedangkan pada pemrograman berorientasi objek, konsep yang digunakan adalah kita memodelkan sistem yang akan kita buat menjadi objek – objek yang memiliki sifat – sifat (behavior yang berbeda), jadi dalam pemrograman objek kemampuan kita menganalisa masalah dan memetakannya menjadi sebuah objek sangatlah penting.dalam pemrograman berbasis objek, masing – masing objek yang telah kita definisikan juga memiliki hubungan dengan objek yang lain,contohnya adalah hubungan antara objek dosen dan mahasiswa, dosen mengajar mahasiswa, mahasiswa dapat memilih atau mengganti dosen utuk kuliahnya, dll.

Dalam OOP, Setiap objek meiliki karakteristik masing-masing yang bisa dimiliki oleh objek lain, atau juga hanya dimiliki oleh objek tersebut (tergantung pemodelan dari programmer), setiap objek memiliki dua karakteristik yaitu keadaan(state) dan tingkah laku(behavior). keadaan atau state digunakan untuk menyimpan berbagai informasi dari objek itu sendiri. dalam java state pada suatu objek sering disebut juga dengan Attribute atau field. misalnya adalah ketika kita membuat objek mahasiswa, state yang dimiliki oleh objek tersebut adalah nama, npm, nilai, dll.  sedangkan tingkah laku atau behavior digunakan untuk menentukan kerja apa saja yang dapat dilakukan oleh objek tersebut,  dalam Java behavior pada suatu objek sering disebut juga dengan method.contohnya ketikan kita membuat objek mahasiswa, behavior yang dapat kita buat adalah makan, tidur, bolos. nah,, metode yang kita buat dalam suatu objek tentu saja akan mempengaruhi objek itu sendiri atau juga dapat mempengaruhi objek yang lainnya, misalnya, ketika method bolos pada mahasiswa dijalankan, hal ini akan berpengaruh pada state nilai mahasiswa, misalnya nilai mahasiswa jadi kecil atau tidak lulus, dan dapat juga berpengaruh pada objek lainnya, misalnya ‘mahasiswa bolos’ dapat membuat state objek dosen ‘tidak mengajar’, dll.nah,, hal – hal seperti inilah yang membuat kita harus benar – benar membuat analisa yang tepat mengenai hubungan antar objek yang akan kita buat.

Nah, demikian sedikit penjelasan tentang konsep dasar OOP,dan karakteristik sebuah objek. untuk penjelasan yang lebih jelasnya akan saya buat di posting selanjutnya.semoga bermanfaat.oyahh,, posting saya kali ini mengambil referensi dari buku “Mastering Java” tahun 2002 karangan Rachmad Hakim S. dan Ir.Sutarto,M.Si dan dari penjelasan dosen saya di kampus Ibu Aviarini Indrati ^_^

Program array pascal

Posted on Updated on


Minggu ke                  : 4

Nama Program          : program array

Fungsi program         :

  • Mencari elemen array yang terbesar
  • Mencari elemen array yang lebih besar dari 85
  • Mencari elemen array yang lebih kecil dari 50
  • Mencari elemen array yang habis dibagi 5

Listing program        :

uses crt ;

var

array1      : array [1..100] of integer ;

satu          : array [1..100] of integer ;

dua          : array [1..100] of integer ;

tiga           : array [1..100] of integer ;

a,b,x,y,z,p,q,r,max : integer ;

begin

clrscr ;

a := 1 ;

max := 0 ;

p := 0 ;

q := 0 ;

r := 0 ;

writeln ( ‘—————————————————–‘ ) ;

writeln ( ‘                   PROGRAM ARRAY                   ‘ ) ;

writeln ( ‘—————————————————–‘ ) ;

write ( ‘ masukan banyaknya elemen array (integer): ‘ ) ;

readln (x) ;

writeln (”) ;

while a <= x do

begin

write ( ‘ elemen ke-‘ ,a, ‘: ‘ ) ;

readln ( array1[a] ) ;

a := a + 1 ;

end ;

clrscr ;

writeln ( ‘—————————————————–‘ ) ;

writeln ( ‘                   PROGRAM ARRAY                   ‘ ) ;

writeln ( ‘—————————————————–‘ ) ;

writeln ( ‘ 1. menampilkan nilai tertinggi pada array’ ) ;

writeln ( ‘ 2. menampilkan nilai diatas 85’ ) ;

writeln ( ‘ 3. menampilkan nilai dibawah 50’ ) ;

writeln ( ‘ 4. menampilkan nilai yang habis dibagi 5’ ) ;

writeln (”) ;

write ( ‘ masukkan pilihan: ‘ ) ;

readln (y) ;

case y of

1 :

begin

clrscr ;

writeln ( ‘—————————————————–‘ ) ;

writeln ( ‘                   PROGRAM ARRAY                   ‘ ) ;

writeln ( ‘—————————————————–‘ ) ;

for b := 1 to x do

begin

if max >= array1[b] then max := max else

max := array1[b] ;

end ;

writeln ( ‘ nilai tertinggi pada array adalah ‘,max ) ;

writeln (”) ;

write ( ‘ array=[‘ ) ;

for b := 1 to x do

begin

write (array1[b]) ;

if b <> x then write (‘,’) ;

end ;

writeln (‘]’) ;

writeln ( ‘—————————————————–‘ ) ;

end ;

2 :

begin

clrscr ;

writeln ( ‘—————————————————–‘ ) ;

writeln ( ‘                   PROGRAM ARRAY                   ‘ ) ;

writeln ( ‘—————————————————–‘ ) ;

for b := 1 to x do

begin

if array1[b] > 85 then

begin

p := p + 1 ;

satu[p] := array1[b] ;

end ;

end ;

if p <> 0 then

begin

writeln ( ‘ ada ‘,p,’ elemen array dengan nilai diatas 85′ ) ;

write ( ‘ yaitu = ‘ ) ;

for b := 1 to p do

begin

write ( ‘ ‘,satu[b],’ ‘ ) ;

if b <> p then write (‘,’) ;

end ;

writeln (”) ;

end

else

begin

writeln ( ‘ tidak ada elemen array yang lebih dari 85’ ) ;

end ;

writeln (”);

write ( ‘ array=[‘ ) ;

for  b := 1 to x do

begin

write ( array1[b] ) ;

if b <> x then write (‘,’) ;

end ;

writeln ( ‘]’ ) ;

writeln ( ‘—————————————————–‘ ) ;

end ;

3 :

begin

clrscr ;

writeln ( ‘—————————————————–‘ ) ;

writeln ( ‘                   PROGRAM ARRAY                   ‘ ) ;

writeln ( ‘—————————————————–‘ ) ;

for b := 1 to x do

begin

if array1[b] < 50 then

begin

q := q + 1 ;

dua[q] := array1[b] ;

end ;

end ;

if q <> 0 then

begin

writeln ( ‘ ada ‘,q,’ elemen array dengan nilai dibawah 50′ ) ;

write ( ‘ yaitu = ‘ ) ;

for b := 1 to q do

begin

write (dua[b]) ;

if b <> q then write (‘,’) ;

end ;

writeln (”) ;

end

else

begin

writeln ( ‘ tidak ada elemen array yang lebih kecil dari 50’ ) ;

end ;

writeln (”);

write ( ‘ array=[‘ ) ;

for  b := 1 to x do

begin

write ( array1[b] ) ;

if b <> x then write (‘,’) ;

end ;

writeln ( ‘]’ ) ;

writeln ( ‘—————————————————–‘ ) ;

end ;

4 :

begin

clrscr ;

writeln ( ‘—————————————————–‘ ) ;

writeln ( ‘                   PROGRAM ARRAY                   ‘ ) ;

writeln ( ‘—————————————————–‘ ) ;

for b := 1 to x do

begin

z := array1[b] mod 5 ;

if z = 0 then

begin

r := r + 1 ;

tiga[r] := array1[b] ;

end ;

end ;

if r <> 0 then

begin

writeln ( ‘ ada ‘,r, ‘ elemen array dengan nilai yang habis dibagi 5’ ) ;

write ( ‘ yaitu = ‘ ) ;

for b := 1 to r do

begin

write (tiga[b]) ;

if b <> r then write (‘,’) ;

end ;

writeln (”) ;

end ;

writeln (”);

write ( ‘ array=[‘ ) ;

for  b := 1 to x do

begin

write ( array1[b] ) ;

if b <> x then write (‘,’) ;

end ;

writeln ( ‘]’ ) ;

writeln ( ‘—————————————————–‘ ) ;

end ;

else writeln ( ‘ input salah. harus 1 – 4’ ) ;

end ;

readln

end.

Output program:

tampilan awal program
tampilan awal program
input elemen array
input elemen array
pilih menu
pilih menu
jika input = 1 : menampilkan nilai tertinggi array
jika input = 1 : menampilkan nilai tertinggi array
jika input = 2: menampilkan nilai diatas 85
jika input = 2: menampilkan nilai diatas 85
tampilan jika input = 3: menampilkan nilai dibawah 50
tampilan jika input = 3: menampilkan nilai dibawah 50
jika input = 4: menampilkan leemen array yg habis dibagi 5
jika input = 4: menampilkan leemen array yg habis dibagi 5
jika input selain 1,2,3, dan 4
jika input selain 1,2,3, dan 4

 



Web development jakarta

program percabangan dan array pascal

Posted on Updated on


selanjutnya, program ini menggunakan struktur percabangan pada pascal dan array. digunakan untuk mengkonversi nilai yang diinput menjadi huruf dan menentukan apakah orang tersebut lulus atau tidak.

Minggu ke                  : 3

Nama program          :Program Percabangan dan Array

Fungsi program         :

  • Menggunakan statement percabangan pada pascal.
  • Menggunakan array pada pascal dan menampilkan elemen array.

Listing program        :

uses crt ;

var

a,b,c,d : Integer ;

nama    : array [1..5] of string ;

nilai   : array [1..5] of integer ;

predikat: array [1..5] of string ;

ket     : array [1..5] of string ;

begin

clrscr ;

for a := 1 to 5 do

begin

write ( ‘ nama mahasiswa : ‘ ) ;

readln ( nama[a] ) ;

write ( ‘ nilai          : ‘ ) ;

readln ( nilai[a] ) ;

if nilai[a] >= 90 then predikat[a] := ‘A’ else

if nilai[a] >= 75 then predikat[a] := ‘B’ else

if nilai[a] >= 50 then predikat[a] := ‘C’ else

if nilai[a] >= 40 then predikat[a] := ‘D’ else

predikat[a] := ‘E’ ;

if nilai[a] >= 90 then ket[a] := ‘lulus’ else

if nilai[a] >= 75 then ket[a] := ‘lulus’ else

if nilai[a] >= 50 then ket[a] := ‘lulus’ else

if nilai[a] >= 40 then ket[a] := ‘perbaikan’ else

ket[a] := ‘tidak lulus’ ;

writeln (”) ;

end ;

clrscr ;

writeln (”) ;

writeln ( ‘              DAFTAR NILAI SEMESTER 1            ‘ ) ;

writeln ( ‘————————————————-‘ ) ;

writeln ( ‘      nama        nilai    predikat      ket     ‘ ) ;

writeln ( ‘————————————————-‘ ) ;

for b := 1 to 5 do

writeln ( ‘     ‘+nama[b]+’        ‘,nilai[b],’        ‘+predikat[b]+’         ‘+ket[b]) ;

writeln ( ‘————————————————-‘ ) ;

readln

end.

Output program:

tampilan program saat input data
tampilan program saat input data
tampilan program saat menampilkan data
tampilan program saat menampilkan data

 



Web development jakarta

Program perulangan Pascal

Posted on Updated on


sebenarnya program ini sudah pernah saya posting sebelumnya, tapi gapapa untuk lebih memperjalas lagi, semoga bermanfaat.

Minggu ke                  : 2

Nama Program          : Program Perulangan

Fungsi                         :

  • Menggunakan statement perulangan pada pascal

Listing program        :

uses crt ;

var

a,b,c,d : integer ;

begin

b := 1 ;

write ( ‘masukan tinggi segitiga:’ ) ;

readln (a) ;

while b <= a do

begin

for c := 1 to b do

begin

write ( ‘*’ ) ;

end ;

b := b + 1 ;

writeln (”) ;

end ;

writeln (”) ;

d := a ;

while d >= 1 do

begin

for c := d downto 1 do

begin

write ( ‘*’ ) ;

end ;

d := d – 1 ;

writeln (”) ;

end ;

readln

end.

Output program:

tampilan awal program
tampilan awal program

 



Web development jakarta